Ayo Mengaji : Ahlul Bait Di Dalam NU

    1
    340

    Sekilas pandangan santri tentang Ahlul Bait yang disucikan dan keberadaannya di dalam NU

    Bagi NU (Nahdlatul Ulama’) sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan terbesar di Indonesia bahkan Dunia, Ahlul Bait (Keluarga Baginda Nabi Rasulullah Muhammad SAW) adalah bagaikan bahtera Nabi Nuh AS (‘Alaihis Salam). Di tengah-tengah hamparan gelombang lautan lepas yang luas seakan tak bertepi, dengan hantaman badai dan angin yang mengguncang. Dalam kondisi dan situasi demikian, barang siapa menaiki perahu itu, maka akan selamat. Sebaliknya, barang siapa meninggalkan perahu itu, maka akan tenggelam.

    Demikian keberadaan Ahlul Bait di dalam NU. Ahlul Bait bagaikan Bahtera Nabi Nuh AS (‘Alaihis Salam), selalu mencintai dan dicintai dalam melanjutkan Misi Risalah Baginda Nabi Rasulullah SAW yakni menebarkan ar-Rahmah (Cinta & Kasih Sayang Allah SWT) ke seluruh alam semesta. Kepada Nabi Nuh AS dengan perahunya, semua makhluq mencintainya dan berlindung di dalam perahunya. Begitu pula kepada Ahlul Bait, keluarga baginda Pimpinan Para Nabi dan Utusan SAW.
    Sebagaimana diutusnya sang ayahanda dari Sayyidah Fathimah AS, sang kakek Sayyidina Hasan AS dan Sayyidina Husain AS (kedua cucunda tercinta Baginda Nabi SAW), pengasuh utama dan mertua dari manusia pertama yang sejak dari kecil sudah masuk Islam, penyelimut keluarga dengan lima manusia dalam satu kesatuan kesucian, sang Khotib fenomenal dalam Haji Wada’, sang figur panutan utama dan pemimpin keluarga mulia dalam rumah tangga Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib KW, sang pendiri dan penjaga dua kota suci, sang deklarator ulung Madinah Charter, sang pelipur lara kemanusiaan, pimpinan para nabi dan rasul, sang kekasih Allah SWT, Muhammad SAW.

    Sebagaimana beliau ini diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini, maka Ahlul Bait (keluarga yang dalam pelukan kasih sayang beliau) pun melanjutkan risalahnya pasca beliau wafat. Ahlul Bait ini pun memancarkan kemuliaan dan keteladanan dalam menyempurnakan akhlak umat manusia.

    Ahlul Bait dengan kesuciannya telah menyelamatkan kesucian ajaran Islam dari noda-noda politik kekuasaan, menyelamatkan ajaran Islam dari nafsu angkara keserakahan, menyelamatkan ajaran Islam dari oknum biadab perongrong martabat dan pembantai kemanusian, serta menyelamatkan ajaran Islam dari oknum-oknum perusak ajaran Islam namun berkedok atas nama Islam.

    Ahlul Bait menyelamatkan ajaran Islam dan Moralitas Politik. Ahlul Bait menyelamatkan ajaran Islam dan Kebudayaan. Ahlul Bait menyelamatkan ajaran Islam dan Pendidikan. Ahlul Bait menyelamatkan ajaran Islam dan Ekonomi, Ahlul Bait menyelamatkan ajaran Islam dan Kebangsaan, Kenegaraan, Kemanusiaan, serta aspek sosial kemasyarakatan yang lain.

    Ahlul Bait bukan pewaris dunia , tapi , Ahlul Bait adalah pewaris keteladanan dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam. Dunia pun tersimpuh malu pada Mereka (Ahlul Bait). Dunia pun riang gembira hanya jika Mereka gembira. Dunia pun bersuka ria hanya jika Mereka bersuka ria. Begitu pula, Dunia berduka jika Mereka berduka. Dunia akan terus bermuram durja jika kemanusiaan yang diteladankan oleh Mereka ini dirusak.

    Kenapa Dunia begitu kagum kepada Mereka (Ahlul Bait) ?, kenapa Dunia sangat mencintai Mereka?. Sudah tentu Dunia akan kagum kepada Mereka, karena Allah SWT sangat mencintai Mereka, hingga Mereka pun disucikan oleh-Nya. Sudah tentu Dunia akan mencintai Mereka, karena Mereka selalu menebarkan cinta dan kasih sayang kepada Dunia. Barangkali, dengan menebarkan cinta dan kasih sayang dalam bingkai Islam untuk Dunia kemanusiaan sebagaimana seperti yang diteladankan Mereka inilah yang boleh dikatakan mencintai Dunia, bukan dengan angkara menumpuk Dunia kekayaan pribadi tanpa kepedulian kepada sesama, bukan dengan ambisi kekuasaan tanpa mempedulikan keadilan dan kemanusiaan. Bukan dengan saling berebut Dunia yang hingga merusak ar-Rahmah ajaran Islam sebagai satu-satunya Mahkota dari Allah SWT untuk Dunia.

    Makanya, Kepada Kita Para Pecinta Dunia, mari tirulah dan ikutilah keteladanan Ahlul Bait. Jika tidak, maka percuma kita mencintai Dunia, karena Dunia tidak akan membalas cinta kita. Yang terjadi malah, Dunia akan membenci kita hingga nanti (ketika kita mati), maka kita akan dituntut di maharibaan Sang Pencipta (Ilahi).

    Ketika kita hendak menuju kepada Allah SWT,
    Kita bertawassul melalui Baginda Nabi dan Rasulullah Muhammad SAW
    Ketika kita hendak bertawassul melalui Baginda Nabi dan Rasulullah SAW, kita pun bertawassul melalui Ahlul Bait-nya AS
    Sebagaimana Kita Menumpang Sebuah Bahtera Yang Dipimpin Seorang Nahkoda Yakni Nabi Nuh, Kita Mengikuti Keteladanan Ahlul
    Ahlul Bait AS yang dipimpin oleh Baginda Nabi Muhammad SAW

    Ahlul Bait, ‘Alaihimus Salam
    “Semoga Penghormatan Selalu atas Mereka”

    Oleh,
    #TerasKebunAnum
    #RaudlatusSyababRaudlatulUlum
    #TerasKhodimDanSantri
    #TerasPujangga
    #baid

    1 COMMENT

    1. Hello there, just became aware of your blog through Google, and found that
      it is really informative. I am going to watch
      out for brussels. I will appreciate if you continue this in future.
      A lot of people will be benefited from your writing.
      Cheers!카지노

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here