Global Wakaf dan Syarikat Islam Komitmen Bangkitkan Perekonomian Umat

    0
    256

    ACTNewsJAKARTA – Sambutan hangat datang dari pengurus Syarikat Islam (SI) ketika Tim Global Wakaf dan Aksi Cepat Tanggap datang bersilaturahmi ke kantor SI pada Rabu (13/2) lalu. Pada kunjungan tersebut terjalin diskusi hangat antar Global Wakaf dengan SI mengenai permasalahan umat. Kedua lembaga juga menjajaki potensi kolaborasi sebagai upaya mengentaskan berbagai persoalan umat, terutama mengenai masalah kemiskinan yang masih menggurita.

    “Apa yang dilakukan dan dipikirkan oleh Global Wakaf dan ACT juga sudah mulai dilakukan dan dipikirkan oleh Syarikat Islam. SI berfokus dengan tema dakwah ekonomi. Saya berharap SI dengan ACT dan Global Wakaf dapat mengembangkan sinergi semua kegiatan kita. Kita dedikasikan semuanya untuk umat Islam,” ujar Hamdan Zoelva selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah SI.

    SI sebagai salah satu organisasi tertua di Indonesia sudah berdiri sejak tahun 1905 dengan nama Sarekat Dagang Islam (SDI). Awalnya SDI bertujuan untuk menghimpun pedagang Muslim, khususnya pedagang batik, agar dapat bersaing dengan pedagang-pedagang besar saat itu. SDI hanya mengurusi masalah ekonomi dan sosial.

    Perjuangannya mulai berubah ke arah politik dan keagamaan ketika SDI berubah menjadi Sarekat Islam (SI) pimpinan HOS Tjokroaminoto pada tahun 1912. Sesuai perkembangan sosial politik, akhirnya SI juga bermetamorfosis menjadi organisasi pergerakan dan partai politik hingga kemudian diganti kembali menjadi Syarikat Islam (SI).

    “Kita kembalikan lagi SI ini ke khittahnya sebagai organisasi yang berjuang di bidang sosial, ekonomi, dan dakwah untuk menyelesaikan masalah umat saat ini. SI yang sekarang bukan lagi organisasi politik,” papar Hamdan.

    Menurut Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013-2015 tersebut, salah satu solusi untuk kebangkitan perekonomian umat Islam adalah dengan mengembangkan wakaf produktif. Baginya, wakaf haruslah dikembangkan sebagai sumber daya ekonomi umat.

    “Karena harta wakaf ini bersifat tetap dipertahankan, tidak boleh berkurang sedikit pun. Yang boleh itu, dana wakaf ini kita kembangkan untuk masa depan, dikelola dengan baik. Dengan begitu perkembangannya akan sangat besar sekali pengaruhnya untuk umat. Ini juga yang sedang dikembangkan oleh SI,” lanjut Hamdan.

    Wakaf sebagai salah satu instrumen kebangkitan umat juga diamini oleh Syahru Aryansyah selaku Vice President Global Wakaf. Menurutnya, saat ini problem umat sangat organik, masih dihadapkan pada masalah kemiskinan.

    “Dengan wakaf kita bangkitkan ekonomi umat. Umat ini harus bangkit, ekonomi mandiri sehingga kita juga mandiri sebagai bangsa,” ungkap Ryan.

    Pada kesempatan tersebut, Ryan mewakili Global Wakaf juga memaparkan program-program wakaf yang sudah dijalankan oleh Global Wakaf. Program tersebut seperti Warung Wakaf, Ritel Wakaf, Lumbung Pangan Wakaf, Lumbung Ternak Wakaf, Sumur Wakaf, dan program wakaf lainnya. Melalui program-program wakaf tersebut, selama tahun 2018 tercatat sekitar 313.524 penerima manfaat tersebar di 19 provinsi, 168 desa atau kelurahan.

    Apa yang telah dilakukan oleh Global Wakaf dalam mengembangkan wakaf produktif dalam berbagai macam program ini mendapatkan apresiasi dari Ketua SI Hamdan Zoelva. Hamdan juga menjadi paham bahwa ACT tidak hanya bergerak dibidang kebencanaan dan kemanusiaan tetapi juga pengembangan ekonomi umat melalui Global Wakaf.

    “Saya dapat banyak pelajaran dari apa yang sudah dilakukan ACT melalui Global Wakaf dalam mengembangkan wakaf produktif. Kalau kita kembangkan secara sistematis, maka dana wakaf ini akan membuat bangsa kita khususnya umat Islam memiliki kemandirian dan kekuatan ekonomi yang sangat luar biasa. Kita tidak lagi didikti orang lain karena semua masyarakat terlibat baik yang menggunakan maupun membeli produk wakaf. Ini akan terus berputar. Sangat luar biasa memperkuat ekonomi umat dan Indonesia,” terang Hamdan.

    Hamdan juga sangat berterimakasih dengan kedatangan Global Wakaf ACT. “Saya sangat senang mendapatkan kunjungan dari Global Wakaf dan ACT kita masing-masing sharing informasi. Dan mudah-mudahan ada banyak program yang kita bisa sinergikan bersama khususnya pemberdayaan ekonomi umat, ” pungkasnya

    sumber: act.id

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here