Tantangan Umat Islam dan Indonesia Masih Seputar Ekonomi

    0
    240

    FAJAR.CO.ID — Ketua Umum DPP Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva, menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi umat Islam dan bangsa Indonesia saat ini ada di bidang ekonomi.

    “Tantangan bagi umat Islam saat ini adalah keterpinggiran ekonomi, sedangkan bagi Indonesia adalah penguatan ekonomi,” sebut Hamdan pada pelantikan pengurus DPW SI Sulsel masa bakti 2017-2022 di Gedung BPN, Makassar, Selasa pagi (26/9/2017).

    Pelantikan pengurus DPW SI Sulsel kali ini mengusung tema “Konsolidasi Pengurus Melalui Program-program Kerja Keumatan, Dakwah dan Usaha Dagang Menuju Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”.

    Selain memaparkan tantangan yang dihadapi umat Islam dan bangsa, pada kesempatan tersebut Hamdan juga memuji jejak perjuangan keluarga gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam memimpin Sulawesi Selatan.

    “Gubernur Sulsel, Bapak SYL ini adalah gubernurnya gubernur di Indonesia. Beliau kakak kelas saya di Kampus Unhas, beliau yang terbaik,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013-2015

    Hamdan juga menyebut SYL sebagai salah satu putra terbaik Sulsel yang dimiliki Indonesia.

    Pujian ini dibalas oleh SYL dengan menyebut Hamdan sebagai adik dan saudara. “Prof Hamdan ini adik dan saudara saya, kita satu, yang mengikat kami adalah idealisme keinginan kami melihat Indonesia dan Islam lebih baik,” sebut SYL.

    SYL juga menyebutkan bahwa Syarikat Islam (SI) punya peranan penting dalam kemerdekaan Indonesia. “Syarikat Islam ikut memerdekakan Indonesia, SI juga ikut menguatkan Indonesia. Saya dan ayah saya juga tidak pernah jalan tanpa SI, termasuk ketika membangun Universitas Sulawesi,” sebutnya.

    Selain itu dalam sambutannya, dia mengatakan SI dan syariat Islam harus menjadi bagian penguatan bangsa dan negara Indonesia.

    Sementara itu, Ketua PW Syarikat Islam Provinsi Sulsel, M Tahir Kasnawi, mengatakan pada awal berdiri, SI melalui pendirinya membangun nilai kebangsaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di awal hadirnya Indonesia.

    “Pada awal abad ke-20, Cokroamninoto memimpin kekuatan awal hadirnya Indonesia menuju cita-cita untuk Sejahtera.”

    “Ada dua yang diperjuangkan, yaitu kebangsaan dan nasionalisme terbebas dari penjajahan, kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat berdasarkan nilai Islam,” pungkas Tahir Kasnawi. (rls/fajar)

    sumber: fajar.co.id

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here