Pernyataan Sikap Aliansi Mahasiswa dan Milenial Untuk Indonesia (AMMI)

0
285

Jakarta , jendelanews.co.id- Mercermati dinamika politik setelah diputuskannya sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) oleh Mahkamah Kontstitusi (MK), maka Aliansi Mahasiswa dan Milenial Untuk Indonesia (AMMl) menyatakan :

l. AMMI Mendukung penuh hasil Mahkamah Konstitusi (MK) yang bersifat final dan mengikat karena telah berjalan secara profesional, transparan, bahkan disiarkan secara langsung yang dapat akses oleh semua pihak.

2. AMMI mengingatkan para elit agar tidak bersikap mendua. Satu sisi memerintahkan untuk tidak turun ke jalan. Tapi di sisi lain juga mengaku tidak bisa menahan para pendukungnya untuk turun kejalan.

3. Meminta para elit politik untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat dengan menanamkan secara kaffah sila ke-tiga “Persatuan Indonesia”.

4. Meminta kepada semua elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isuisu yang dapat memecah persatuan antar anak bangsa.

5. Kami AMMI yang beranggotakan para aktivis mahasiswa dari 20 Kampus Universitas Negeri dan Swasta se-Jabodetabek menyatakan apresiasi terhadap peran Polri yang dibantu sepenuhnya oleh TNI telah berhasil mengamankan proses pemilu sejak awal sampai keputusan MK 27 Juni 2019.

6. AMMI mengajak seluruh rakyat Indonesia bersama-sama membangun Indonesia dan memajukan Negara Indonesia tercinta.

Dalam pemyatnan sikap seusai Diskusi para peserta yang merupakan para aktivis mahasiswa dari 30 Kampus Universitas Negeri dan Swasta se-Jabodetabek menyatakan apresiasi terhadap peran TNI dan Polri yang telah berhasil mengamankan proses Pemilu sejak awal sampai Keputusan MK kemarin. Memang sempat terjadi kerusuhan lokal pada 21-22 Mei lalu yg kemudian kita ketahui digerakkan oleh para provokator yg kini telah dilakukan penegakan hukum. Namun kami mengapresiasi upaya Polri yang dibantu sepenuhnya oleh TNI mampu menetralisir kerusuhan lokal itu menjadi masif seperti yang terjadi seperti tahun I998.

Pada acara Diskusi dan Pernyataan Sikap AMM] tersebut hadir para aktivis yang menjadi anggotanya yang berasal dari berbagai kampus yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Borobudur, Universitas Bung Kamo, Universitas Az-Zahra, Universitas [slam Jakrta, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Swadaya, Universitas Muhammadiyah, Universitas Pamulang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Esa Unggul, Universitas Gunadarma, Universitas Mercubuana, Universitas Ganesha, Sekolah Tinggi Filsafat Sadra, Universitas Nahdlatul Ulama, Universitas Prof. Dr. Hamka, Universitas Mercubuana, lntitute llmu al-Quran dan Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an. Mahasiswa akan melihat dan mencatat langkah-Iangkah yang dilakukan para elit politik menyikapi Keputusan MK tegas Nurkhasanah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here