MENYONGSONG ERA PRODUK HALAL INDONESIA

0
326

Jakarta ,jendelnews.co.id-  Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan pemerintah (PP) Nomor 31 tahun 2019 tentang Pelaksanaan atas Undang Undang (UU) Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Sesuai dengan amanat UU No. 33/2014, tanggal 17 Oktober 2019 adalah batas waktu implementasi Jaminan Produk Halal dalam bentuk sertifikasi halal dan secara hukum , materi muatan UU tersebut sudah dapat dijalankan sebagaimana mestinya .

Namun demikian, dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan termasuk kepentingan dunia usaha, maka kewajiban sertinkasi halal secara teknis operasional akan diterapkan secara bertahap, yang akan diatur dalam bentuk Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal .

KADiN patut bersyukur, karena sejak awal pembahasan PP, melalui beberapa sarana komunikasi dan forum diskusi, KADIN aktif menyampaikan ide dan usulan kepada pemerintah cq. Kementerian Agama RI agar UU dan PP JPH ini dapat diimplementasikan dengan baik serta tidak menimbulkan restriksi didalam masyarakat dan pelaku usaha. KADIN berkeyakinan bahwa PP JPH ini tidak akan menyulitkan dunia usaha termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), bahkan UMKM akan diperlakukan khusus, terutama dalam upaya meringankan biaya sertifikasi. Agar UU dan PP ini dapat diimplimentasikan secara optimal, harus ada upaya tricle down effect yang maksimal, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan pada semua strata pelaku usaha terutama UMKM.

Saat ini, UMKM menyumbang terhadap PDB hingga lebih dari 60 persen dan secara jumlah usaha kecil di Indonesia mencapai 93,4 persen, kemudian usaha menengah 5,1 persen, dan yang besar hanya 1 persen saja. Disamping perangkat peraturan ( UU dan PP) yang dapat diartikan sebagai upaya top-down, maka harus ada upaya yang bersifat bottom-up, yaitu penerapan upaya literasi terutama kepada para pelaku UMKM, bagaimana menumbuhkan karakter pelaku usaha sehingga mereka memahami bahwa produk halal dapat meningkatkan dan memperkuat pertumbuhan usaha mereka.

Industri halal tidak dapat dilepaskan dari teknologi, karena kedepan persaingan bisnis barang konsumtif halal, berkualitas dan healthy (halalan thoyyiban) akan sangat bergantung kepada teknologi yang digunakan . Di Indonesia, teknologi pangan (food science) telah berkembang cukup pesat dan bahkan di beberapa universitas besar telah dibuka program studi (prodi) teknologi pangan . Oleh sebab itu, didalam industri produk makanan halal harus diikut sertakan perguruan tinggi dan akademisinya sebagai bagian dari elemen rantai bisnis industri produk halal, mereka memiliki fasilitas dan program riset produk halal. Persaingan ekspor produk halal dunia meningkat secara signinkan seiring dengan peningkatan pertumbuhan konsumen produk halal .

Hal ini menjadi salah satu topik bahasan dalam acara Sidang Tahunan Islamic Chamber of Commerce, Indus’ny and Agriculture (ICCIA) di Jakarta pada Oktober 2018 yang lalu. Selama tahun 2018 diperkirakan perdagangan produk halal mencapai 2.8 triliun dollar Amerika, yang terdiri 1.4 triliun dollar Amerika adalah perdagangan makanan dan minuman, lalu 506 milyar dollar Amerika perdagangan obat dan farmasi, kemudian kosmetik sebesar 230 milyar dollar Amerika dan lain lain produk sebesar 660 milyar dollar Amerika . Walaupun masalah ekspor belum diatur didalam UU JPH, namun dengan adanya sarana dan prasarana halal seperti pembangunan Kawasan Industri Halal diharapkan akan meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar dunia.

Saat ini sedang disiapkan Permen Perindustrian RI tentang Pedoman Penetapan dan Evaluasi Kawasan Industri Halal. Dari data dan fakta diatas, KADIN mengajak semua elemen pelaku usaha baik untuk perdagangan domestik dan ekspor agar segera menyiapkan diri dalam menyongsong era halal Indonesia, dalam persaingan pasar regional ASEAN kita masih jauh tertinggal dari Malaysia, Thailand dan Singapore . Bersatu para pelaku usaha untuk mengejar ketertinggalan ini dan merebut sebanyak mungkin pangsa produk halal global .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here