0
18

Jakarta , jendelanews.co.id– Aliansi Mahasiswa Doktor Seluruh Indonesia yang yerdiri dari 12 kampus Universitas terbaik di Indonesia melakukan unjuk rasa di depan gedung kemendikristi dijakarta .
Muharram ketua AMDI mengatakan kementrian telah menghentikan program beasiswa Doktoral untuk tahun 2018 sehingga tidak adanya fasilitas beasiswa membuat ribuan dosen yang sedang menempuh pendidikan doktor terancam dan kehilangan fokus untuk belajar.
Perjuangan mahasiswa doktor angkatan 2018 menuntut negara hadir dalam memfasilitasi” pendidikan mahasiswa doktor telah dilakukan sejak september 2018. Berbagai audiensi, rapat, percakapan pribadi, aksi massa kepada pihak kemenristek, DPR, KSP, Kemenkeu, dan banyak lagi sedikit menemui titik terang dengan dikeluarkannya Surat Penetapan Kementrian Riset, teknologi dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan pendidikan Tinggi nomor B/2620/D3.2/KD.02.00/2019 tentang Persetujuan Penetapan Dosen Penerima Bantuan Dana Beasiswa Satu Semester bagi Mahasiswa Program Doktor (53) dalam Negeri Angkatan 2018 Tahun Anggaran 2019. SK yang dikeluarkan cukup menjadi penambah darah bagi mahasiswa pada semester 3 yang sedang berjalan ini. Namun, kuota penerima yang hanya 300 orang membuat masih banyak mahasiswa doktor angkatan 2018, anggota AMDI tidak mendapat bantuan tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami dosen-dosen dari Seluruh Indonesia yang sedang menempuh pendidikan Doktor angkatan 2018 berhimpun dalam Aliansi Mahasiswa Doktor Seluruh lndonesia menuntut:

1. Segera buat Surat Penetapan untuk tambahan penerima Bantuan Satu Semester bagi
mahaslswa doktor angkatan 2018.
2. Buka beasiswa on-going untuk mahasiswa doktor angkatan 2018.

Para pendemo telah di janjikan untuk menerima beasiswa sebanyak 235 orang dari hasil pertemuan dengan pihak kemendikristi , mereka akan mengawal dan menagih janji tersebut. akan tetapi jika hal tersebut tidak terealisasi mereka akan kembali mendatangi dan menduduki   kantor tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here