Energi Terbarukan Dan Peran Millenial

0
15

 

Jakarta, jendelanews.co.id– Lebih dari 96.000 warganet berpartisipasi dan angkat suara membahas energi terbarukan dalam survei yang dilakukan oleh Koaksi Indonesia melalui platform Change.org selama 40 hari. Survei yang disebarkan lewat surat elektronik, media sosial, dan platform percakapan ini menjangkau pengguna internet di 34 provinsi di Indonesia. Banyaknya partisipasi warganet menunjukkan tingkat kepedulian yang cukup tinggi pada isu energi temamkan. Hasil survei dipaparkan hati ini, Selasa, 17 September 2019. dalam acara Peluncuran dan Diskusi: Diseminasi Hasil Suwei Persepsi Publik Mengenai Eneigi Terbarukan oleh Koaksi Indonesia bersama Change.org.

Dari total 96.658 responden. tercatat 67,6 persen iesponden berusia antara 17 sampai 30 tahun. dengan 50,6 persen berjenis kelamin laki-laki dan 49,4 persen berjenis kelamin perempuan. Mayoritas responden (61,8 persen) tinggal di kota besar, seperti DKI Jakarta. Jawa Barat. Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Menumt mereka yang mayoritas lulusan sekolah menengah ataslkejuruan (46 persen) dan universitas (36,8 persen), energi terbamkan penting untuk diadakan sebagai bentuk menjaga lingkungan karena energi terbarukan ramah lingkungan. bebas polusi. dan tidak merusak alam.

Sebanyak 23,8 persen responden memilih matahari sebagai sumber energi terbarukan dan 22,4 persen memilih bioenergi. Matahari dan bioenergi adalah dua jenis sumber energi terbamkan yang paling banyak dipilih dibandingkan energi terbamkan lainnya. Sebesar 44 persen responden menyadari bahwa sektor energi terbarukan di Indonesia belum berkembang optimal. Hambatan pengembangan energi terbarukan disebabkan oleh rendahnya pemahaman publik tentang energi terbarukan (19,7 persen). ketergantungan teihadap energi fosil yang masih tinggi (13.9 persen), dan riset yang bukan menjadi prioritas pemerintah kita saat ini (13 persen). Informasi terkait energi terbarukan paling banyak didapatkan dari media online (23.5 persen).

Walaupun infomasi yang membahas energi terbamkan masih minim. namun responden masih optimis bahwa lndonesia mampu dan berpotensi mengembangkan energi terbarukan sesuai dengan kekayaan alam yang dimniki. yaitu malahan (25.5 persen). air (20.6 persen). dan bioenergi (19.5 persen). Dan, pemangku kepentingan yang diyakini dapat melakukan perubahan ini adalah presiden dan kementerian (25.5 persen) dan kepala daerah (15,1 persen).

Masyarakat umum juga memiliki peran penting (23.6 persen) dalam mengembangkan energi terbarukan: Keinginan untuk beralih ke energi terbarukan sangat besar, bahkan 36,5 persen responden rela membayar listrik lebih mahal bila bersumber dari energi yang bersih. Bagi mereka, menggunakan energi fosil lebih lama berarti menambah lama pula kerusakan lingkungan kedepannya. Oleh karena itu. 41,4 persen responden siap melakukan perubahan gaya hidup dengan melakukan aksi hemat eneigi.

Koaksi lndonesia merasa penting untuk melakukan survei energi terbarukan terutama ditujukan kepada anak muda karena jumlah mereka dipeikirakan akan mencapai 70 persen populasi

Indonesia pada tahun 2030. ”Anak muda perlu lebih melek isu energi terbarukan agar dapat berperan aktif dan teq’un langsung dalam pengembangan energi terbarukm ke depannya. Dengan diluncurkannya hasil survei ini kepada publik, kami mengajak kita semua untuk berkolaborasi menggapai anak muda yang lebih luas dan bersama-sama tembat dalam upaya penyadartahum. Suara dari kelompok masyarakat produktif akan mendorong terjadinya perubahan. termasuk perubahan yang diharapkan terjadi di tingkat penganbil kebijakan untuk memenuhi target bauran enengi terbarukan sebesar 23 persen dari bauran energi nasional pada tahun 2025,” jelas Nuly Nazlia, Direktur Eksekut’l Koaksi Indonesia.

Hasil survei dan infogralis lengkap dapat diakses melalui htth/change. org/surveienergitelbanlkan

NARAHUBUNG Gabn‘ela Kalalo; Koordinator Komunikasi. Koaksi lndonesia 0877 8992 1994; gabriela.kalalo@coadion.id

CATATAN UNTUK EDITOR

Tentang Koaksi Indonesia

Koaksi Indonesia adalah omanisasi ninaba yang berpetan sebagai pusat jejaring suategis dan inkubator ide-ide inovatif untuk berkontribusi agenda pembangunan berkelanjtnm di seturuh wilayah Nusantara. Kami bekerja sama dengan peta pemangku kepentingan di pemerintahan, sektor swasta. lembaga Iisetluniversitas, organisasi masyarakat s‘pil. komunias, den penggerak muda untuk solusi dan aksi konkrit dalam percepatan pengembangan energi terbarukan yang akan mendorong perubahan di sektor Iain. seperti transportasi betkeianjutan dan ketahanan pangan.

Dalam bidang energi terbarukan, Koaksi Indonesia menyasar pada sektor ketenagalistnkan dan akses energi yang terjangkau di daetah-daerah tetfnggal. teniepan. dm teduar (31′) dengan bentuk-bentuk intervensi yang dapat mempercepat pengembangan energi terbarukan. Intervensn yang dilakukan Koaksi Indonesia fokus pada kampanye, advokasi. dan peningkatan kapasitas.

Pada survei ini, Koaksi Indonesia betkobborasi dengan Changeug, psatform petisi temu yang memillki misi untuk mewujudkan pembahan. Sebaai sebuah platform terbuka. sen » orang dapat membuat petisi untuk membuat perubahan yang ing‘n make that. Koaksu Indonesia membuat survei terkait energi temamkan bersama Changeorg tartan persep9 masyarakat terhadap energi terbarukan di lndonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here