Pemerataan Ekonomi Digital Dalam Kabinet Indonesia Maju

0
251

Jakarta,jendelanews.co.id– Ekonomi digital di Indonesia terus berkembang dan tumbuh dengan pesat. Dari sisi pendapatan misalnya, pada 2018 pendapatan ekonomi digital pada 2018 mencapai US$ 27 miliar. Nilainya diprediksi bakal terus meleiit pada tahun 2019 mencapai US$ 40 miliar atau setara Rp566 triliun.

Angka pertumbuhan ekonomi digital tersebut diperkirakan akan terus tumbuh ditahun-tahun

selanjutnya. Terlebih setelah Palapa Ring mulai beroperasi secara penuh per Agustus 2019 \alu. Sehingga tidak berlebihan bila disebut negeri kepulauan ini disebut sebagai digital archipelago.

Kehadiran Palapa Ring dimaksudkan untuk memberi pelayanan prima kepada seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini, lebih dari 60 persen penduduk atau sekitar 171 juta merupakan pengguna internet.Dalam kondisi itu, jaringan yang sedemikian prima pemerintah meyakini berbagai potensi bisnis di bidang digital akan semakin tumbuh dan berkembang. Tidak hanya di kota-kota besar, tapi iuga di wilayah terpencil yang sekarang secara nyata sudah terhubung internet.

Adapun potensi ekonomi digital di Indonesia dari tahun ketahun makin besar. Hasil riset beriudul e-Conomy SEA 2019 yang dilansir Google, Temasek dan, Bain & Company menaksir potensi ekonomi digital di Indonesia bakal menyentuh US$ 133 miliar atau Rp 1.862 triliun di tahun 2025 mendatang.

Luas wilayah dan jumlah penduduk sekitar 26S juta jiwa merupakan potensi yang nyata. Selain itu pembangunan infrastruktur dan ekosistem ekonomi digital yang terus membaik dan membuat Indonesia menjadi negara yang pertumbuhan omzet ekonomi digital yang paling moncer di kawasan Asia Tenggara dengan raihan hingga 49 persen.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here