SURVEI LSI:  TANTANGAN INTOLERANSI DAN MASALAH KEBEBASAN SIPIL

    0
    189

    Jakarta,jendelanews.co.id– Survei pada bulan September 2019 Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan secara umum bahwa ada sejumlah masalah atau gejala menurunnya kebebasan sipil dan meningkatnya intoleransi pada awal periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi.

    Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat mempersentasikan hasil survei nasional LSI bertajuk “Tantangan Intoleransi dan Kebebasan Sipil serta Modal
    Kerja pada Periode Kedua Pemerintahan Joko Widodo” yang diselenggarakan pada Minggu, 3 November 2019, di Jakarta.

    Ada gejala meningkatnya intoleransi di masyarakat. “Secara umum belum ada perbaikan dalam indikator intoleransi beragama dan berpolitik. Dibandingkan tahun 2018, tahun 2019 cenderung stagnan. Dan jika dibandingkan 2017 dan 2016 tampak situasi yang lebih buruk, khususnya dalam kehidupan berpolitik,” papar Djayadi.

    Temuan survei menunjukkan, warga muslim yang intoleran (keberatan) terhadap nonmuslim dalam membangun rumah ibadah sebesar 53 persen. Hanya 36,8 persen yang mengaku tidak keberatan. Dalam soal non-muslim mengadakan acara
    keagamaan/kebaktian di sekitar mereka, hasilnya lebih baik. Yang keberatan hanya 36,4 persen dan yang merasa tidak keberatan 54 persen.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here