Republik Guguk Mengecam Penyiksaan Binatang

0
236

Jakarta,jendelanews.co.id– Beberapa waktu lalu Natha Satwa Nusantara menangani kasus yang amat sangat disayangkan terjadi, yaitu penyiraman enam ekor anjing dengan soda api. Akibat insiden tersebut, Iima ekor anak anjing berusia dua bulan mati mengena skan dengan luka melepuh sekujur tubuh, bengkak di beberapa bagian. Selain itu mereka mengalami kebutaan, lidah dan mulut erosi, pencernaan dan organ dalam mengalami kerusakan. Induknya juga mengalami luka melepuh di bagian empat kakinya.


Pembina Republik Guguk ,Ibu Yustina Sutanto mengatakan bahwa kejadian ini sudah berulang terjadi .Penggiat anjing peliharaan ini sudah sejak 2003 melporkan tindak penyisaaan terhadap binatang anjing ke pihak keamanan akan tetapi tidak pernah di tanggapi .Dengan kejadian terbaru ini ,dia mengapresiasi kerja polisi yang dengan serius menangani kasus penyiraman air keras.
Yunita mengecam keras pembunuhan binatang khusus nya anjing sebagai kuliner makanan ,selain hal itu berdampak buruk bagi yang mengkonsumsi nya.

Polres Jakarta Pusat yang Saat ini menangani  kasus tersebut sedang berada di dalam tahap akhir menuju persidangan.
Wakapolres Jakarta Pusat ,sisi  kepedulian masyarakat perkotaan yang besar terhadap kejadian ini dengan memberikan karangan bunga ke kantor polres  menjadi beban positif untuk pihak nya menyelesaikan kasus ini .
Besar harapan kami dan tentu kita semua, penyiksa hewan harus diadili, karena jika dibiarkan terus tanpa hukuman, penyiksaan pada hewan akan terus terjadi di kemudian hari.

Perjuangan ini tidak hanya sekedar empati terhadap hewan, tapijuga soal membangun karakter bangsa jalur peduli satwa. Perjuangan ini memerlukan banyak pihak yang terkait, dalam upaya penyadartahuan dan menyebarkan semangat yang sama kepada masyarakat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here