Refleksi Bencana 2019 Dan Outlook Bencana 2020

    0
    217

    Jakarta, jendelanewa.co.id– BNPB mengadakan refleksi akhir tahun 2019 dan outlook penanggulan Bencana 2020 dengan mengundang instansi terkait a.l pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi ,kementriann PUPR, Kementrian kesehatan ,Badan Metrologi Klimatologi Geofisika ,Kementrian Lingkungan Hhidup Kehutanan di Graha BNPB Jakarta.

    Wilayah Indonesia merupakan areal yang berpotensi mengalami bencana dengan level tinggi .Bahkan Indonesia di golongkan pada peringkat pertama pada 2019 terkait bencana alam.
    Alih fungsi lahan menjadi area pertambangan dan illegal logging maaih merupakan sebab utama bencana banjir dan tanah longsor.
    Beberapa strategi yang di persiapkan instansi PUPR dengan merencanakan pembangunan melalui tahapan perwncanaan , tahapan pembangunan ,dan tahapan pengawasan.
    Upaya dari kemenkes dalam penanggulan pasca bencana dengan mempersiapkan perangkat dan berkoordinasi berbagai sektor.
    Analis BMKG , th 2020 elnino netral sampai juni
    Suhu permukaan laut cenderung hangat menunjukan tidak ada nya musim kering
    Musim.
    hujan yang mundur di th 1920 ,curah hujan 2020 puncak nya februari – maret terutama bagian selatan sumatra dan papua.
    Musim kemarau di awali dibulan april -oktober pada 2020.
    Bulan -bulan basah perlu di waspadai untuk gerakan tanah berupa longsor dan banjir.

    Demikian hal -hal yang perlu dipersiapkan untuk mengarangi beban akibat bencana yang belum dapat di prediksi kapan akan terjadinya, walupun sudah ada sebaran peringatan 60 detik yang terdeteksi setelah terjadi getaran .

    Peran masyarakat untuk menyampaikan pesan pengetahuan bencana melalui kearifan lokal, bahwa bencana alam adaalah kejadian yang berulang dan perlu persiapandengan pendidikan antisipasi penyebab bencana.