KNTI, Kebijakan Kelautan dan Perikanan Harus Berkeadilan

    0
    331

    Jakarta,jendelanews.co.id – Struktur pelaku ekonomi kelautan di dominasi oleh nelayan kecil sebesar 96 %.Penguasaan ketrampilan nelayan terhadap akses ekonomi masih sangta kecil.
    Tanpa kebijakan perlindungan terhadap nelayan kecil aangat sulit untuk merealisasikan kesejahteraan bagi nelayan.
    KNTI memberikan masukan kepada pemerintah sebagai pelaku perumus kebijakan ,agar tercipta keadilan ekonomi bagi nelayan.
    Potensi sumber daya kelutan Indonesia sangat besar,jika di daya gunakan seluruh instrumen ekonomi yang ada akan luar biasa dampak nya bagi ekonomi kelautan Indonesia.
    Ketertinggalan nilai export Indonesia atas Vietnam sebesar 9miliar US $
    Pendirian Koperasi
    Pendirian koperasi yang di dasari persamaan visi dan penggunaan teknologi informasi untuk menyatukan pelaku ekonomi kelautan di seluruh Indonesia,merupakan salahbsatu sarana percepatan terwujud masyarakat nelayan yang modern dan sejaahtera.

    Berikut merupakan Arah Baru Kebijakan Kelautan dan Perikanan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia sebagai berikut:

    a. Transformasi struktur ekonomi dan industri perikanan nasional menjadi

    lebih adil dan kokoh. Kapal-kapal ikan Indonesia ukuran menengah dan besar harus mengisi perairan ZEEI dan internasional.Sementara. nelayan kecil dan tradisional berhimpun dalam koperasi untuk dapat mengelola perairan kepulauan dalam skala ekonomi. Kemitraan antara koperasi nelayan dan pembudidaya ikan dengan pelaku usaha menengah dan besar akan memperkuat daya saing industri perikanan nasional; dan, mengokohkan strategi nasional pemberantasan IUU Fishing. Kami berpandangan selain melakukan konsolidasi orang dan hasil produksi nelayan, koperasi nelayan dapat berperan penting dalam mengonsolidasi program-program pemerintah (a.l akses terhadap Iahan, pembiayaan, benih, dll), BUMN maupun swasta yang relevan dengan penguatan ekonomi keluarga nelayan kecil dan tradisional untuk naik kelas.

    .Transformasi perikanan tangkap ke perikanan budidaya. Masa depan pangan dunia ada di Iaut. Dan, masa depan pangan-laut adalah di perikanan budidaya. Karenanya, ke depan basis kekuatan ekonomi perikanan nasional adalah budidaya. Seluruh daya-upaya negara mulai ditujukan untuk memperkuat SDM dan inovasi teknologi yang mendukung tumbuhkembangnya perikanan budidaya di Tanah Air.

    . Transformasi model pengelolaan perikanan yang sebelumnya eksploitatif dan hanya fokus pada komoditi Menuju arah perikanan berkelanjutan dengan fokus pada kesejahteraan pelaku. Oleh sebab itu, penggunaan trawl dan jenis alat tangkap merusak lainnya, harus dipastikan tidak Iagi beroperasi di seluruh perairan Indonesia.