Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) Peta Jalan Indonesia Sebagai Laboratorium Kebencanaan di Asia .

    0
    182
    KITA JAGA ALAM ,ALAM JAGA KITA

    Jakarta, jendelanews.co.id – Berdasarkan analisis para ahli, bencana yang disebabkan oleh fenomena alam di seluruh dunia sekitar 45 persen terjadi di kawasan Asia. Indonesia yang berada di kawasan cincin api (ring of fire) yang mengoleksi 500 gunung api dengan 127 di antaranya merupakan gunung api aktif, dan berada di titik pertemuan tiga lempeng bumi: Iempeng Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia, tak luput dari ancaman bencana.
    Dan itu menjadikan Indonesia layaknya sebuah ’laboratorium’ bencana di kawasan Asia.

    lngat peristiwa bencana gempa dan tsunami di Banten (Selat Sunda) dan Palu (Sulawesi Tengahj pada akhir 2018 Ialu? Tak hanya menelan korban lebih dari1.000jiwa, peristiwa itu pun menimbulkan kerugian sosial ekonomi bagi Indonesia. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerugian gempa dan tsunami di Palu ditengarai mencapai lebih dari Rp18 triliun (CNN Indonesia). Sementara kerugian dari bencana gempa dan tsunami d Banten ditengarai mencapai lebih dari Rp200 miliar (Tribunnews).

    Sementara itu, kelalaian manusia dalam menjaga ekosistem pun kerap menimbulkan petaka, semisal banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah menjelang pergantian tahun 2020. Jumlah korban jiwa akibat bencana itu ditengarai mencapai puluhan orang, dan menimbulkan kerugian sosial, lingkungan, dan materiil yangjuga tak sedikit.

    Bencana yang datang silih berganti itu sejatinya dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia dan juga negara Iainnya di Asia terkait mitigasi dan penanganan bencana. Dan untuk mengurai problematika terkait kebencanaan itu bukanlah semata tugas pemerintah, melainkan juga peran serta aktif seluruh elemen masyarakat.

    Oleh karena itu, paradigma tentang kebencanaan harus dipahami secara kolektif bahwa ”Bencana Merupakan Urusan Bersama”. Partisipasi aktif dari kelima unsur Pentahelix (pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan media) pun menjadi faktor kunci terkait dengan manajemen bencana di Indonesia.

    Terkait dengan banjir dan longsor misalnya, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mendisiplinkan diri tak membuang sampah di sembarang tempat. Atau, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan. Demikian juga dengan pemerintah yang diharapkan mampu mengeluarkan regulasi dan kebijakan yang berpihak pada mitigasi dan penanganan kebencanaan.

    Kompleksitas perihal kebencanaan itulah yang menginspirasi BNPB dan Expoindo Kayanna Mandiri untuk menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk ”Penerapan Inovasi Teknologi dan Pendekatan Ekosistem Dalam Penanggulangan Bencana Berbasis Kearifan Lokal”. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan wawasan seluruh elemen bangsa terkait pemanfaatan teknologi, dan menjaga ekosistem berbasis kearifan lokal dalam penanganan bencana.

    Seminar nasional ini merupakan rangkaian acara Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) yang berlangsung pada 20-22 Oktober 2020 di JlExpo Kemayoran, Jakarta. ADEXCO sebagai pameran dan konferensi terbesar di dunia terkait kebencanaan merupakan upaya untuk menempatkan Indonesia sebagai pusat solusi kebencanaan di kawasan Asia.

    Mengusung tagline “Klta Jaga Alam, Alam Jaga Kita” ADEXCO akan diikuti oleh 300 exhibitor yang memamerkan hulu dan hilir industri kebencanaan, mulai dari DisasterA/arm & Warning System, Fire Protection Equipment, Power Device, CCTV, hingga Emergency & Rescue

    Equipment. Adapun jum|ah pengunjung (potential visitor) yang ditargetkan oleh penyelenggara sebanyak 10.000 pengunjung.

    Pada sesi konferensi, ADEXCO menampilkan 20 pembicara yang akan memaparkan kebencanaan dari berbagai perspektif, yakni dari sisi politik, regulasi, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dan juga kesehatan. Beberapa tema yang dibahas di antaranya tentang ”Pemulihan

    Ekonomi Pasca Bencana”, ”Pengaplikasian Inovasi Teknologi Dalam Manajemen Bencana”, serta

    topik terkait dengan “Evaluasi Bencana Sebagai Bahan Analisa Risiko Bencana yang Akan Datang”.

    Selain itu, dalam rangkaian ADEXCO juga terdapat beberapa workshop sebagai sarana para exhibitor untuk memperkenalkan produk dan inovasi dalam memberikan solusi perihal

    kebencanaan. Untuk meningkatkan wawasan dan kepedulian masyarakat terhadap benca na, penyelenggara juga akan menyajikan serangkaian program edukasi untuk masyarakat.