Fatwa MUI Tentang Virus Corona -19

    0
    76

    Jakarta,jendelanews.co.id – Menyikapi kasus wabah virus Corona 19, Majelis Ulama Indonesia melakukan pembahasan dan mengeluarkan Fatwa tentang penyelenggaraan beribadah dalam situasi terjadi wabah Covid19 ,upaya ini di keluarkan untuk mengurangi dan mempersempit ruang gerak penyebaran dampak virus covid 19 . Hadir dalam kesempatan ini wakil presiden Jusuf Kalla ,selaku ketua Dewan Masjid Indonesia Dab Palang Merah Indonesia.

    MAJELIS ULAMA INDONESIA MEMUTUSKAN FATWA TENTANG PENYELENGGARAN IBADAH DALAM SITUASI TERJADI WABAH COVlD-l9.


    Ketentuan Hukum :

    1. Setiap orang wajlb melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebahkan terpapar penyaklt, karena hal itu merupakan baglan dari menjaga tujuan pokok beragama (aI-Dharuriyat al-Khams).

    2. Orang yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi dirt agar tldak terjadl penularan kepada orang lain. Baglnya shalat Jumat dapat diganti dengan shalat zuhur, karena shalat Jumat merupakan lbadah wajib yang melibatkan banyak orang sehlngga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal. Baginya haram melakukan aktifitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti Jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan led di masjid atau tempat umum lainnya. serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar.

    3. Orang yang sehat dan yang belum diketahui atau diyakini tidak terpapar COVlD-19, harus memperhatikan hal-hal sebagai

    berlkut:

    a. Dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka la boleh meninggalkan salat lumat dan menggantikannya dengan shalat zuhur dl tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah shalat “ma waktu/rawatib, Tarawih, dan led di masjid atau tempat umum lainnya.

    b. Dalam hal 13 berada di suatu kawasan yang potensi penularannya rendah berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka la tetap wajlb menialankan kewajiban ibadah sebagaimana biasa dan wajib menjaga diri agar tldak terpapar COVlD-19, seperti tidak kontak flsik Iangsung (bersalaman, berpelukan, cium tangan),


    . Dalam kondisi penycbaran COVlD-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan shalat iumat di kawasan tersebut, sampai keadaan menjadi normal kcmbali dan wajib menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat masing-masing. Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktifltas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran COVlD-19, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan led di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.

    . Dalam kondisi penyebaran COVlD-19 terkendali, umat Islam waiib menyelenggarakan shalat Jumat dan boleh menyelenggarakan aktifltas ibadah yang melibatkan orang banyak, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan led di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim dengan tetap menjaga diri agar tidak terpapar COVlD-19.

    . Pemerintah meniadikan fatwa ini sebagai pedoman dalam menetapkan kebijakan penanggulangan COVlD-19 terkait dengan masalah keagamaan dan umat Islam wajib menaatinya.

    . Pengurusan jenazah (tajhiz aI-janaiz) yang terpapar COVID-19, terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat. Sedangkan untuk menshalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar COVID-19.

    . Tindakan yang menimbulkan kepanikan dan/atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan/atau menimbun bahan kebutuhan pokok serta masker dan menyebarkan informasi hoax terkait COVID-19 hukumnya haram.

    . Umat Islam agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, membaca Qunut Nazilah di setiap shalat fardhu. memperbanyak shalawat, sedekah, serta senantiasa berdoa kepadh Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya ( daf’u al-bala’), khususnya dari wabah COVlD-19.