MENOLAK RENCANA ANEKSASI ISRAEL ATAS TEPI BARAT PALESTINA”

    0
    19

    Jakarta, jendelanews.co.id – Aneksasi atau pencaplokan dengan paksa wilayah Tepi Barat merupakan bagian dari rencana perdamaian Timur Tengah atau Deal of Century ‘Kesepakatan Abad lni’ yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 28 Januarl lalu. Sebagai batter atas pengakuan Palestine sebagai negara merdeka yang berdaulat, AS menawarkan Yerusalam sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi.

    Selain itu, dalam proposal Trump,Israel akan mencaplok 30-40 persen tanah dari Tepi Barat. termasuk semua bagian Yerusalem Timur yang selama ini diimpikan Palestine sabagai lbu kota negara mereka saat nantinya merdeka.
    Sementara. wilayah Palestine yang kian sempit dalam rancangan itu tinggal berupa noktah-noktah yang dihubungkan oleh jembatan dan terowongan.

    Secara sepihak,Perdana Menteri Benjamin Natanyahu yang kembali memimpin pada akhir Mei lalu bertekad mewujudkan rencana AS tersebut. Netanyahu mengatakan, Israel tidak akan melewatkan ‘peluang bersejarah’ untuk memperluas kedaulatannya di Tepi Barat. Beberapa bulan terakhir PM Netanyahu secara lebih dari satu kesempatan menegaskan untuk memulai aneksasi 30 persen wilayah Tepi Barat pada awal Juli mendatang.

    Terkait rencana pencaplokan dengan paksa (aneksasi) Israel terhadap bagian yang lebih besar dari Tepi Barat Palestine mulai awal Juli 2020. AI Aqsa Working Group (AWG) dengan tegas menolak rencana tersebut dan menyampaikan catatan sebagai berikut:

    1. Bahwa pencaplokan tersebut bukan saja sebuah pelanggaran terhadap hak azasi manusia yang berat namun Juga merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelecehan
      terhadap hukum intemasional.

    2.Bahwa pendirian negara Israel secara ilegal di alas tanah Palestine merupakan kezaliman terbesar sepanjang sejarah peradaban modem;

    1. Bahwa praktek apartheid yang dilancarkan secara struktural oleh Israel sebagai negara llegal tersebut nyata-nyata mengakibatkan penderitaan yang mengerikan bagi bangsa Palestine salama lebih dari tujuh dekade.
    2. Bahwa dukungan Amerlka Serikat terhadap rencana aneksasi tersebut menjadi pertanda bahwa negara yang mengklaim dlrinya sebagai penegak prinsip-prinsip demokrasi. keadllan dan HAM utu ternyata merusak reputasinya sendiri dan menempatkan dirinya sejajar dengan pelanggar HAM nomor satu di muka bumi saat ini.

    Kami menyerukan agar seluruh warga dunia bersatu padu menghentikan aksl brutal Israel yang mengancam perdamalan dl Timur Tengah serta bereslko mengganggu kestabilan dan

    1. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan rakyat Palestine yang selama ini telah berjuang mempertahankan tanah airnya yang sah dan melindungi keselamatan Masjid Al Aqsa sebagai situs suci ketiga umat Islam sedunia.
      Sepatutnyalah upaya tersebut mendapatkan dukungan dan bantuan nyata dari komunitas internasional terutama dunia Islam.
    2. Kami sangat menghargai sikap Pemerintah Republik Indonesia yang tegas menolak rencana aneksasi tersebut. Selanjutnya kami mendorong kiranya Indonesia sebagai salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB mengambil inisiatif guna mendorong PBB dan komunitas internasional seperti OKI, Gerakan Non-Blok dan Iainnya untuk mengambil tindakan yang lebih efektif untuk segera menghentikan kejahatan Israel tersebut.
    3. Akhirnya, kami mengajak semua pribadi dan lembaga yang peduli terhadap nasib Palestine dan Masjid Al Aqsa untuk selalu bersikap positif, optimistis, sabar dan tidak berfrustrasi dalam memberikan dukungan nyata terhadap perjuangan kemerdekaan Palestine dan Al Aqsa. Sikap positif tersebut perlu diiringi dengan doa kiranya Allah Yang Maha Kuasa memberikan keselamatan terhadap bangsa Palestina dan seluruh warga dunia, aamiin.

    Tentang AI Aqsa Working Group (AWG)

    Al Aqsa Working Group (AWG) adalah suatu lembaga yang dibentuk dalam rangka mewadahi dan mengelola upaya kaum muslimin untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa.

    Pendiri Lembaga ini adalah seluruh komponen ummat yang hadir dalam Al-Aqsha International Conference yang diselenggarakan di Wisma Antara pada tanggal 20 sya’ban 1429H/ 21 Agustus 2008 di Jakarta.

    Konferensi tersebut dihadiri oleh lebih dari 71 komponen dari berbagai unsur pimpinan organisas massa Islam, unsur perwakilan dari kedutaan besar sejumlah negara muslim, unsur pimpinan lembaga pendidikan umum maupun pendidikan islam, unsur pimpinan lembaga da‘wah Islam, unsur pimpinar media massa Islam dan sejumlah individu atau perwakilan organisasi yang berpihak kepada perjuangan Islam, terutama pembebasan masjid Al-Aqsa.